Powered by Bravenet Bravenet Blog

Tag Board

sigithermawan: sigithermawan
best slr camera: best slr camera in 2012 reviews
sewaproyektor: Kami sewa proyektor menyediakan berbagai macam kebutuhan acara anda seperti : wedding, gathring, live musik, meeting, Etc. Kami sudah banyak menangani event/acara. Sekarang giliran event anda yang belum kami tangani
iklan baris: iklan baris
bisnis pulsa elektrik gratis: bisnis pulsa elektrik gratis
sigithermawan: sigithermawan
Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik: Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik
Bisnis Pulsa Elektrik: salam kenal
android: Kunjungan pagi harii..salam kenal
Semarak 4 Tahun HN Community: Semarak 4 Tahun HN Community
satruk: hehehe
sigit hermawan: sigit hermawan
adi: kindle for free 100%
century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia: century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia
marko: wah...sangat bermamfaat , bisa di praktekkan .
goresan: helo all...
Gedek: blognya bagus..
Software Akuntansi: Nice blog with useful contents. Thank you for share.
Century 21 broker properti jual beli sewa rumah Indonesia: Thank you for share. I really get the benefit of your articles. nice :)
teknozop: rumah murah
Bisnis Online Daftar Gratis Bonus Jutaan Rupiah: Bisnis Online Daftar Gratis Bonus Jutaan Rupiah
Sekolah Manajemen Perhotelan IHS: Sekolah Manajemen Perhotelan IHS
Software Akuntansi: Software Akuntansi
h-e-r-u: http://h-e-r-u.blogspot.com/2011/11/software-akuntansi.html
ankara escort: nice sharing thanks
Biodata Sooyoung SNSD: http://berita-terbarumu.blogspot.com/
yildizname: nice blog
url ekle: Site Ekle , Url Ekle , Site Add , Ekle Add , Ekle Site , Ekle Url
site ekle: Site Ekle , Url Ekle , Site Add , Ekle Add , Ekle Site , Ekle Url
site add: Site Ekle , Url Ekle , Site Add , Ekle Add , Ekle Site , Ekle Url
koprawi: informasi yang menarik...
yildizname: nice blog
Rose Pilates: If you need some info about fitness center and pilates, dont worry to visit me here in rosendalepilates.com
dhany iswara: salam kenal
cara mengecilkan perut: wah mantab yang punya orang Indonesia
Ahmed Noer: Ahmed Noer
Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia: Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia
Ban Terbaik di Indonesia GT Radial: Ban Terbaik di Indonesia GT Radial
Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia: Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia
Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia: http://jaminandigital.wordpress.com/2011/08/28/adira-asuransi-kendaraan-terbaik-indonesia/
Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia: Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia
Adira Asuransi kendaraan Terbaik Indonesia: Adira Asuransi kendaraan Terbaik Indonesia
rey: spend out free time
sigit12: mampir kesini... nice blog...
Go Blog: tutorial blog buat newbie

Please type in the four characters shown in the black box.

August 3, 2011

21:19

Komersialisasi Pers, Turunkan Kualitas Jurnalistik

Pengamat pers Ignatius Haryanto menilai fenomena komersialisasi industri media dan terkonsentrasinya perusahaan media ditangan beberapa gelintir pengusaha, akan berdampak pada penurunan kualitas jurnalistik dan kepentingan publik untuk mengetahui informasi menjadi terabaikan.

"Dampak terkonsentrasinya bisnis media ini sangat mencemaskan bagi perkembangan jurnalistik itu sendiri. Makin terkonsentrasinya perusahaan media ini, membuat kualitas jurnalistik lebih jelek," katanya saat berbicara dalam seminar sehari tentang "Dampak Media Massa Terhadap Dunia Bisnis"

Salah satu penyebabnya, menurut dia, karena adanya self censorship yang tinggi dari para pemilik media itu terhadap produk informasinya.

Self censorship tersebut adalah gejala pertama yang ditunjukkan oleh pemberitaan media, dimana berita justru tidak dimunculkan atau dipotong sesuai dengan kondisi yang paling menguntungkan buat pemegang saham perusahaan media tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, Wakil Direktur Lembaga Studi Pers dan Pembangunan Jakarta itu menambahkan, yang paling dirugikan adalah kepentingan publik untuk mengetahui informasi yang benar menjadi tidak tercapai.

Sedangkan terhadap kualitas jurnalistik, ia berpendapat, komersialisasi media dan pemusatan industrinya juga dikhawatirkan akan menghasilkan produk jurnalistik yang semakin merosot akibat pemangkasan biaya yang diperuntukkan riset media, penurunan anggaran kegiatan jurnalistik investigatif ataupun berbagai pelatihan buat profesionalisme wartawannya.

Karena semua ukuran didasarkan pada pertimbangan ekonomi, maka dampak lainnya adalah masyarakat hanya akan dianggap sebagai komunitas yang tidak akan mengeluh jika produk jurnalistik yang ada menjadi lebih buruk dan mereka hanya akan menerima apa saja yang disodorkan media.

Ditempat yang sama, CEO Mahaka Media, Erik Tohir mengatakan bahwa liberalisasi regulasi pers dan berkembangnya demokratisasi telah mendorong para pengusaha untuk ikut terjun ke bisnis media.

"Sesuai wataknya, para pengusaha akan berorientasi pada profit, efisiensi dan efektivitas. Karenanya tidak ada lagi pemilik yang cuma punya satu media ataupun satu wahana teknologi. Mereka tak hanya menekuni media cetak, tapi juga audio dan audio-visual," ujar Erik Tohir.

Senada dengan Haryanto, Erik mengatakan bahwa hadirnya pemodal-pemodal baru dalam industri media itu juga belum mengangkat secara signifikan pada peningkatan kualitas produk jurnalistik.

"Pers bisa menulis apapun, namun tradisi jurnalistik yang baru belum lahir. Produk investigatif adalah barang yang sangat langka," katanya.

 

31 Feedback / Leave Feedback

July 13, 2011

0:32

Nielsen: Belanja Iklan media 15,6 T (Q1 2011)

Industri periklanan yang di monitor melalui 10 propinsi besar di Indonesia, meliputi 24 stasiun tv, 95 surat kabar dan 163 majalah dan tabloit dengan jumlah populasi audien 49 juta jiwa.

Tri Susanti Simangunsong, Senior Manager of Media Client Services, Nielsen, Selasa (3/5/2010) mengatakan, “Dominasi pangsa iklan masih dipegang oleh Tv dengan total 62% belanja iklan disusul surat kabar 35% dan majalah dan tabloid 3% pada Q1 2011”.

Telekomunikasi, tambahnya, meski mengalami sedikit penurunan belanja iklan pada Q1 masih menjadi pengiklan terbesar disemua tipe media yang menghabiskan Rp1,2 triliun. Susu pertumbuhan menghabiskan Rp497 miliar tumbuh 98% dari Q1 tahun lalu. Sedangkan untuk kategori mobil dan motor juga menambah iklan di Q1 2011 masing-masing sebesar 80% dan 49%.

Tri Susanti Simangunsong juga menjelaskan ada beberapa temuan dalam belanja iklan di Q1 2011 diantaranya: Telekomunikasi mengurangi belanja iklan mereka di semua media, kecuali surat kabar, yang justru meningkat 10% dibandingkan Q1, mencapai Rp483 miliar.

Di televisi, kategori perawatan diri, seperti perawatan rambut, perawatan wajah dan sabun juga menambahkan belanja iklan mereka masing-masing sebesar 48%,63% dan 31% di Q1 dibandingkan periode tahun lalu.

Mobil dan motor mendominasi daftar pembelanja iklan teratas di surat kabar dengan Honda Motorcycles dan Daihatsu Cars dua teratas dengan belanja iklan Rp74 miliar dan Rp43 miliar.

Di majalah dan tabloit, media dan produksi masih menjadi pembelanja terbesar dengan Rp48 miliar, namun lima merek telekomunikasi berada di antara 10 pembelanja iklan teratas di media ini.

“Dengan keberhasilan Indonesia mencapai era baru US$3.000 per kapita dan tumbuhnya kelas menengah, kepemilikan mobil dan motor juga akan tumbuh agresif. Data iklan Nielsen menunjukan bahwa keduan kategori tersebut juga berbelanja iklan tertinggi untuk mendorong kesadaran dan niat pembelian konsumen,” jelasnya.

Secara total, tambahnya, seksi otomotif meningkat 48%. Kategori mobil dan motor adalah dua kontributor utama, dengan pangsa iklannya masing-masing sebesar 82% dan 50%. Surat kabar masih menjadi kendaraan utama bagi kategori ini, meski belanja iklan di televisi bertambah sejak Q3 2010.

Ditemapat yang sama Manejer Marketing Commutication The Nielsen Company, Andini Wijendaru, mengatakan “Pada Q1 2011, konsumsi program serial di televisi bertambah. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pemirsa menghabiskan lebih banyak waktu menonton program serial/sinetron dari total 42 jam menjadi 64 jam (27% dari total jam menonton).”

Sebaliknya, tambahnya, mereka mengurangi jam menonton program hiburan, seperti komedi, kuis, games, talkshow, musik dan sebagainya, dari 50 jam menjadi 41 jam (18% dari total jam menonton) seiring dengan berkurangnya pasokan program hiburan.

Andini Wijendaru menambahkan selain berkurangnya jam menonton sinetron, rata-rata jumlah penontonya pun naik 51% dari rata-rata 969 ribu orang di Q1 2010 menjadi 1,4 juta orang di Q1 2011. Disegmen ini, sinetron yang paling banyak di tonton adalah Putri yang Ditukar dengan rata-rata jumlah penonton mencapai 1 juta orang, diikuti oleh Dia Jantung hatiku 774 ribu penonton dan Anugrah 692 ribu penonton. Dimana perempuan di usia 30 tahun ke atas yang mendominasi segmen ini.

Berikut data 7 besar produk dengan pembelanja iklan terbanyak di media selama Q1 2011: XL, AXIS, AS, Nutrilon Royal 3, AQUA, Molto Ultra dan Honda-Motorcycle.
12 Feedback / Leave Feedback

March 8, 2011

12:36

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR (MINDSET)

Oleh : Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.

1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.

BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.

Bahasa Pikiran Bawah Sadar Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata : kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).

PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik

PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari

Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan inestetik=gerak,

Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar

14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.

2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan

Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar

Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.

Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!

No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ....................................... ............................. ............................
3 ....................................... ............................. ............................
4 ....................................... ............................. ............................
5 ....................................... ............................. ............................

3. KONSEP DIRI
(SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.

HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)

BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri.
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.

Konsep Diri PNS :
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional

Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip

TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
............................... 1. Respons awal :

1. Langkah2 :

1. Solusi
2 ...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
............................... ...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................

4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.

MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.

5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.

Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.

Mitos dan pandangan yang salah :
1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
3. Hipnosis sama dengan tidur.
4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.

13 Feedback / Leave Feedback

March 1, 2011

12:52

MENCARI PASSION

oleh Adi Subiyanto

Daripada nggak dapet-dapet kerja, mending nggak dapet-dapet gelar

(a) Kerja dulu

(b) Gelar dulu

Kalimat diatas sungguh menggelitik pikiran kita tentunya. Saya membaca kalimat iklan rokok tersebut di jalan layang Urip Sumoharjo. Memang kalimat tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan rokok dan ’dunia ahli hisap’. Namun, kalimat tersebut berhubungan erat sekali dengan kehidupan kita dan yang ada di sekitar kita. Kira-kira kalau Anda diminta untuk memilih antara kerja dulu dan gelar dulu, kira-kira akan memilih yang mana? Lebih penting kerjanya atau lebih penting gelarnya dulu? He..3x. Jawaban setiap orang tentu tidak selalu sama. Dan tentu dengan alasan yang cukup beragam pula.

Nah, sebagai warga baru di kampung Gundih, saya dan istri berusaha agar bisa lebih dikenal dan mengenal warga di kampung Gundih. Karena dana terbatas, syukuran bukanlah cara efisien untuk lebih sosiable. Oleh karena itu kami lebih memilih untuk lebih banyak silaturahim dan menghadiri acara-acara yang diadakan warga di sekitar rumah. Sore kemarin kami diberitahu bahwa akan ada buka puasa bersama di salah satu rumah warga di gang sebelah, yang diadakan oleh DPRa Partai Keadilan Sejahtera. Cukup sederhana, penuh dengan ibu-ibu, dan guyub. Sepintas, orang yang lewat mungkin akan menyebutkan sebagai arisan ibu-ibu PKK. Padahal buka puasa bersama yang diisi dengan ceramah dan diskusi kecil. Bapak-bapak dan mas-masnya hanya beberapa gelintir saja, duduk-duduk di kursi depan rumah Mas Heny (tuan rumah). Sebagai orang yang terbiasa terlibat dalam panitia event kampung, saya lebih banyak berdiri dan membantu rekan-rekan mengkondisikan acara agar berjalan mulus.

Di sela-sela ceramah dari sang ustadz, saya bertemu dengan Danang, seorang teman lama yang pernah sama-sama aktif di organisasi kampus. Senyum kaget dan haru pun bercampur aduk. Kami saling bercerita tentang beberapa hal, termasuk aktivitas kami sekarang. Danang sekarang aktif menjadi wartawan Bhirawa, sebuah media internal pemerintahan se-Jawa Timur. Selain itu ia juga sedang mengambil Master Pendidikan Dasar di Unesa. Aneh juga rasanya mendengar seorang Danang berprofesi sebagai seorang wartawan yang tugasnya sehari-hari adalah menulis berita. Padahal Danang paling tidak suka dengan dunia tulis menulis. Tanpa ditanya ia menjelaskan mengapa ia terjun dalam dunia jurnalisme. Hal-hal yang sangat ia benci, malah ia lakukan dan dalami saat ini. Menulis….ia sangat tidak suka menulis.

TERPAKSA. Kata itu yang terlontar dari mulutnya. Karena sulit mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, akhirnya sembarang lowongan pekerjaan pun ia ambil. Kirim lamaran, wawancara dan kok keterima kerja. Mau tidak mau Danang harus segera belajar secepat mungkin agar dapat menguasai pekerjaannya sekarang. Walaupun ia mengatakan bahwa menulis bukanlah passion dan panggilan jiwanya, ia tetap harus menjalaninya agar bisa bertahan hidup dan mendapatkan dana untuk menyelesaikan studinya.

Di rumah, saya mencoba berpikir keras tentang apa yang sedang dialami oleh si Danang. Saya terus mencari alasan mengapa ia mengatakan bahwa ia TERPAKSA. Apa yang sedang ia cari? Memang setelah lulus dan menyandang gelar Magister Pendidikan, lalu apa yang akan dilakukan?

”Pertama, temukan passion-mu. Pekerjaan menyusul.”

Seringkali kita menginginkan suatu pekerjaan tanpa peduli apakah memang itu passion (gairah) kita atau bukan. Nirina Zubir dalam film ”GET MARRIED” menyebutnya sebagai PANGGILAN JIWA. Kita akan mengalami kebahagiaan yang luar biasa tatkala kita berhasil menjalani apa yang aktivitas yang sesuai dengan panggilan jiwa. Aktivitas yang membuat kita terlena, haru, semangat membara, bangga, tertawa dan menangis lepas. Aktivitas tersebut sangat kita inginkan dan tak ada keterpaksaan disana. Hanya enjoy yang terasa.

Lalu, apa sebenarnya panggilan jiwa saya? Apakah saya telah menemukannya dan sedang menjalaninya sekarang? Salahkah saya ketika memutuskan untuk keluar dari kuliah dan menjalankan bisnis pribadi, memberikan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi banyak orang? Apakah menjadi orang super kaya dengan berbisnis adalah panggilan jiwa dan passion saya? Apakah untuk menjadi sukses dan bermakna, saya harus menjadi sarjana dulu? Pekerjaan apa yang begitu kusukai sehingga aku begitu enjoy dalam melakukannya dan nantinya bisa menjadi sumber penghasilanku? Bayangan masa lalu dan masa depan terus melayang-layang di kepala. Berharap agar ilham datang memberikan pencerahan.

Dalam tataran vertikal dengan Allah SWT, panggilan jiwa saya adalah menjadi hamba yang shaleh dan tunduk patuh pada perintah-Nya. Dan dalam tataran horisontal atau kemanusiaan, saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan umat manusia di dunia.

Saya sangat bergairah dalam membaca dan berbisnis. Dengan banyaknya bacaan yang saya lahap dari kecil sampai sekarang, menulis pun menjadi aktivitas menyenangkan setelah membaca. Setelah pikiran penuh, seolah ada banyak hal yang tak beres dan saya harus menuangkan ketidak-terimaan saya dalam tulisan. Untuk menjadi penulis, seseorang tidak selalu kuliah lebih dulu di fakultas sastra. Dan untuk menjadi pebisnis yang tangguh, seseorang juga tidak selalu harus kuliah di fakultas ekonomi. Istri saya yang masih kuliah di jurusan Ekonomi Syari’ah FE Unair justru memberikan pengakuan bahwa disiplin ilmu yang ia pelajari tidak (atau belum?) mempersiapkannya untuk menjadi orang kaya (baca: pebisnis) dan juga memecahkan masalah-masalah kemiskinan yang semakin merajalela di bumi pertiwi.

Melihat fakta-fakta tersebut, saya semakin yakin bahwa keputusan saya untuk menjadi penulis hebat dan pebisnis yang kaya raya tidaklah salah. Banyak sekali ladang kepahlawanan yang bisa digarap oleh para penulis dan pebisnis. Dengan berbisnis, saya bisa mengatur gaji sendiri. Menyejahterakan banyak orang. Mencari rizki Allah SWT yang 90% ada di jalan bisnis. Mampu berinfak dalam jumlah besar, sehingga menjadi investasi akhirat yang menghasilkan multiplier pahala. Proyek-proyek kebaikan tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan dana yang kuat. Beribadah, memperbaiki diri dan masyarakat…semua butuh dana yang sangat besar. Oleh karena itu….SAYA DENGAN BANGGA MENYATAKAN BAHWA TELAH MENEMUKAN PASSION DAN PANGGILAN JIWA SAYA DALAM DUNIA TULIS MENULIS DAN BISNIS. Semoga dua gairah saya tersebut bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk diri, agama, dan umat manusia pada umumnya.

Dan jika saya diminta untuk menjawab pernyataan iklan diatas, saya tidak memilih keduanya. Saya punya jawaban saya sendiri. Saya memilih untuk menulis dan berbisnis. Saya tidak memilih untuk mencari gelar dan kerja. Saya ingin membuat kesempatan kerja sebanyak dan sebesar mungkin bagi masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana dengan Anda? Saran saya, buatlah daftar 20 hal yang suka Anda lakukan, dan kemudian pikirkan cara-cara Anda bisa mmeperoleh penghasilan dengan melakukan beberapa hal di antaranya.

Adi Subiyanto

Pemilik ”BAKSO CINTA”

 

6 Feedback / Leave Feedback

September 28, 2010

3:10

Berpikir Kasih vs. Berpikir Menang-menang

Oleh : Arvan Pradiansyah

Suatu malam, seorang guru meditasi pulang ke rumah dan mendapati pintu rumahnya terbuka lebar. Guru ini merasa heran karena ia ingat betul bahwa ia sudah menutup dan mengunci pintu sebelum pergi. Ternyata ada seorang pencuri di dalam rumahnya. Guru ini pun didera perasaan takut yang luar biasa, tetapi di saat sulit itu ia mengingat pelajaran yang sering ia berikan kepada murid-muridnya mengenai belas kasih. “Tempatkan dirimu pada posisinya,“ katanya membatin. Pikiran ini mengalahkan rasa takutnya dan membantunya berempati terhadap si pencuri.

“Anda pasti sedang amat membutuhkan sesuatu, hingga ingin mengambil milik orang lain,” katanya kepada pencuri itu. “Ayo, duduklah, kubuatkan kopi. Mungkin ada yang bisa kubantu.”

Ketika mereka sudah duduk dan berbicara, sang guru mulai memahami pencuri itu dan kehidupannya. Ternyata ia seorang pengangguran, anak-anaknya masih kecil, dan mereka membutuhkan makanan dan pakaian. Semakin lama berbicara dengan pencuri itu, semakin ia diliputi perasaan kasihan. Maka sesudah menghabiskan kopinya, ia mengumpulkan pakaian, selimut dan makanan, kemudian memberikannya kepada pencuri itu. “Ini dia, “ katanya, “bawalah pulang untuk keluargamu.” Ketika pencuri sudah pergi, sang guru duduk bersila di lantai rumahnya yang kini kosong dan mulai bermeditasi. Sesungguhnya, ia masih merasa kasihan kepada si pencuri itu. “Seandainya aku memberikan lebih banyak kepada pencuri itu. Seandainya aku bisa memberikan perasaan bahagiaku ini kepadanya.”

Sementara itu, si pencuri yang belum pergi terlalu jauh kini dihantui perasaan bersalah. “Memang mudah mengambil sesuatu dari orang yang tidak kita kenal,” pikirnya. Namun karena sekarang ia sudah mengenal guru itu, ia merasa mencuri dari seorang teman. “Bukan begini cara hidup yang aku inginkan,” katanya dalam hati. Maka si pencuri kembali menyusuri jalan yang tadi ia lalui, menjumpai rumah guru itu lagi dan meletakkan barang-barang yang tadi dicurinya di depan pintu si guru. Dalam perjalanan pulang, ia memikirkan cara lain untuk menghidupi keluarganya.

Para pembaca yang budiman, betapa indahnya hidup ini bila kita senantiasa memiliki rasa kasih kepada sesama. Pakar kepemimpinan Stephen Covey mengatakan bahwa dasar hubungan antarmanusia adalah “berpikir menang-menang”. Namun melalui perenungan dan kontemplasi yang mendalam, saya menemukan bahwa menang-menang saja tidaklah memadai. Menurut saya, dasar segala dasar hubungan antarmanusia yang sejati adalah cinta dan kasih. Tidak lebih dan tidak kurang.

Menang-menang memang akan menghasilkan kesuksesan, tetapi hanya dengan kasihlah kita akan mencapai kebahagiaan. Ketika berpikir menang-menang, kita sesungguhnya sedang menciptakan hubungan transaksional, bukan transformasional. Dasar menang-menang adalah hitung-hitungan bisnis. Dengan kata lain, berpikir menang-menang sesungguhnya adalah berpikir bahwa “saya hanya akan memberikan sesuatu kalau saya juga mendapatkan sesuatu yang setimpal”.

 

Ada banyak hubungan antarmanusia yang dilandaskan pada asas menang-menang. Bisnis, misalnya, pastilah dimulai dengan hitung-hitungan semacam ini. Bukankah memberikan sesuatu dalam bisnis senantiasa didasari pada keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi? Bahkan, perkawinan sekalipun sering dilandasi cara berpikir menang-menang ini. Bukankah ketika akan menikah dengan seseorang, kita selalu melakukan assessment mengenai apa yang kita dapatkan dari orang tersebut? Bukankah seorang ayah hanya akan mengizinkan anak gadisnya menikah dengan seseorang yang menguntungkannya? Bukankah dasar pernikahan adalah kesetimbangan antara kedua mempelai?

Namun, menang-menang sesungguhnya hanya akan menghasilkan sesuatu yang transaksional. Tidak ada kasih yang terlibat di dalamnya. Dalam konsep menang-menang segala sesuatunya sudah lunas, sudah tuntas, sudah selesai. Konsep menang-menang tidak menyisakan “utang budi” di dalamnya. Konsep ini tidak akan menghasilkan ikatan emosional apa pun.

Cinta mengatasi segala keterbatasan yang dikandung konsep menang-menang. Dalam cinta kita selalu berusaha memberikan lebih banyak daripada apa yang kita terima. Cinta selalu memastikan bahwa pihak lain mendapatkan lebih banyak ketimbang yang mereka berikan. Inilah yang akan menghasilkan keterikatan emosional. Dan inilah yang membuat hubungan kita selalu menghasilkan kebahagiaan.

Rumah tangga yang hanya didasari pertimbangan menang-menang tidaklah akan langgeng. Begitu keseimbangan mulai terganggu, begitu apa yang kita berikan tidak lagi sepadan dengan apa yang kita terima, maka kita telah berada di tepi jurang yang membahayakan. Begitu juga yang terjadi dalam dunia bisnis. Ketika keseimbangan mulai terganggu, ketika itu pulalah hubungan bisnis akan mengalami titik yang kritis. Namun, tidak demikian yang akan terjadi dengan hubungan yang dilandasi kasih.

Dalam kasih ketika kita memberi maka pada saat yang sama kita sesungguhnya sudah menerima. Ketika kita memberikan sedekah kepada seorang nenek tua di jalan raya dan nenek itu meneteskan air mata yang menandakan rasa haru yang mendalam, maka ketika itu pula kita menerima kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Ketika kita memberikan perhatian kepada orang lain, dan orang tersebut menanggapi kita dengan wajah yang berseri-seri penuh suka cita, maka pada saat itulah kita mendapatkan kebahagiaan yang tak ada taranya.

Ketika kita melayani pelanggan dengan setulus-tulusnya dan memberikan kepada mereka lebih banyak daripada uang yang mereka bayar, maka akan muncul perasaan kasih dalam bisnis, sebuah perasaan bahagia, merasa dibantu, dilayani, dimuliakan, dipentingkan. Bukankah hal-hal seperti ini sangat penting dalam bisnis? Bukankah perasaan seperti ini akan menghasilkan kebahagiaan baik bagi mereka yang dilayani maupun bagi mereka yang melayani? Bukankah yang kita cari dalam bisnis tidak hanya kesuksesan, tetapi juga kebahagiaan?

*) Penulis best seller The 7 Laws of Happiness & narasumber talkshow Smart Happiness di SmartFM Network.

atigatv.com

 

16 Feedback / Leave Feedback

September 3, 2010

2:35

SANG KONVENSIONAL HARUS BERUBAH ATAU DI GESER

Judul : Power Ambition Glory

Penulis : Steve Forbes dan John Prevas


Pada saat menulis resensi buku Hannibal Crosses the Alpskarya John Prevas (2001) untuk Majalah Forbes, Steve Forbes mengambil kesimpulan bahwa semua pemimpin yang mencapai sesuatu yang besar, baik dalam bisnis maupun politik, biasanya melakukannya dengan menentang pemikiran konvensional saat itu. Elemen yang dibutuhkan pemimpin yang sukses juga tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Sejarah Yunani kuno juga telah mengajari kita bahwa kepemimpinan merupakan hal yang paling penting bagi kemakmuran rakyat.

Dengan pemikiran demikian, Steve Forbes, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik untuk Pemilu 1996 dan 2000 yang juga merupakan CEO dan Editor-in-ChiefMajalah Forbesyang sangat berpengaruh, bekerja sama dengan John Prevas untuk menulis buku ini. Prevas sendiri telah melakukan napak tilas di pegunungan Prancis, Iran, Afganistan, Uzbekistan dan Pakistan untuk meneliti kehidupan tokoh-tokoh yang dibahas di buku ini.

Tesis dasar buku ini adalah terdapat persamaan yang sangat mengagumkan antara pemimpin masa lalu dengan masa kini. Forbes dan Prevas kemudian memilih enam tokoh dari Mediterania kuno untuk didiskusikan dalam buku ini: Cyrus, Xenophon, Alexander yang Agung, Hannibal, Julius Caesar dan Augustus. Semua tokoh ini memiliki karakter dan gaya kepemimpinan sendiri-sendiri. Dengan demikian, pelajaran yang dapat dipetik dari mereka menjadi sangat bervariasi dan saling melengkapi.

Bagi Cyrus yang mendirikan Kerajaan Persia (di mana Iran berada sekarang), kepemimpinannya bukan sekadar menaklukkan, tetapi membangun dengan visi. Walaupun daerahnya kelihatan seperti padang gurun belaka, Cyrus mampu melihat posisi strategis Persia dengan visi sebagai penghubung antara Cina dan Barat.

Persamaan Cyrus dalam konteks bisnis modern adalah Ray Kroc yang mengembangkan McDonald’s. Dulu, mengembangkan restoran drive-in merupakan hal yang tidak masuk akal, tetapi Kroc melihat posisi strategisnya seiring dengan pertumbuhan industri otomotif di AS.

Selain itu, Babilonia yang ditaklukkan Cyrus dapat diibaratkan dengan mentalitas perusahaan yang berpikiran bahwa pangsa pasarnya tidak mungkin direbut sampai terlambat untuk menyadarinya. Goodyear, yang dulu kala merupakan pemimpin pasar, menjadi contoh perusahaan dengan mentalitas Babilonia.

Tantangan yang dihadapi Xenophon lain lagi. Ditekan dari luar dengan musuh yang jumlahnya mencapai 100 kali lipat, Xenophon masih harus menghadapi anak buahnya yang menuntut agar suaranya didengarkan . Dia sukses melewati itu semua dengan membangun tujuan bersama (common purpose) dan konsensus. Dengan keahlian berkomunikasi dan memotivasi anak buahnya, Xenophon berhasil membalikkan kondisi putus asa menjadi kesuksesan. Kepemimpinannya membuktikan bahwa tim yang memiliki motivasi dan dipimpin dengan baik akan mampu mengatasi musuh yang jumlahnya ratusan kali lebih kuat.

Tokoh berikutnya sudah tidak asing bagi kita: Alexander yang Agung. Tokoh legendaris ini sukses luar biasa di kancah perang, tetapi nasibnya harus berakhir karena ketidakmampuannya dalam menentukan batasan ambisinya. Pelajaran terpenting dari tokoh ini adalah bagaimana ambisinya menjadi “Lord of Asia” dengan memasuki Afghanistan, Uzbekistan dan India justru membunuh dirinya karena kehabisan sumber daya. Di sisi lain, pada saat ditanya mengapa Kroc begitu lambat mengembangkan bisnisnya, dia menjawab tidak akan melakukan ekspansi kalau belum bisa memastikan semua toilet di gerai McDonald’s bersih sempurna.

Tokoh yang dibahas berikutnya adalah Hannibal. Dia memiliki kemenangan yang sama fenomenalnya dengan Alexander yang Agung. Bedanya, Hannibal mampu mengontrol ambisinya. Baginya, kepemimpinan adalah mengenai mengalahkan musuh dan bergerak lebih dekat ke tujuan. Kepemimpinan bukan untuk memuaskan ego pribadi dan memuaskan kepentingan sendiri. Dari sisi taktik, Hannibal juga menempuh cara yang tidak biasa bahkan bisa dibilang “gila” di saat itu: menyeberangi pegunungan di musim salju sehingga memberikan serangan yang tidak terduga oleh musuhnya. Sam Walton dengan Walmart-nya merupakan contoh aplikasi Hannibal dalam konteks bisnis modern. Dulu penguasa industri ritel di AS adalah Kmart dengan jumlah toko yang mencapai 50 kali lipat. Sam Walton mengalahkan Kmart dengan memakai teknologi informasi dan memasuki daerah pinggiran. Taktik ini merupakan sesuatu yang tidak biasa di saat itu.

Julius Caesar juga memiliki legenda yang tidak kalah dari tokoh-tokoh sebelumnya. Faktanya, Julius Caesar menaklukkan daerah yang lebih luas dan bertempur lebih banyak daripada Alexander. Berbeda dari Alexander, Julius menyempatkan diri mundur sejenak untuk mengonsolidasikan daerah kekuasaannya dan mereformasi Pemerintah Roma. Selain itu, Julius pun lebih mampu memaafkan musuhnya yang mau mengaku. Julius percaya bahwa dia memiliki takdir yang sakti untuk menjadi raja dunia. Sama seperti Alexander, Julius juga berakhir karena egonya dan kelemahannya yang memungkinkannya dibunuh oleh lingkaran dalamnya. Hank Greenberg yang pernah menjadi legenda di AIG dan Sandy Weill dari Citibank merupakan contoh manifestasi modern mengenai pemimpin bisnis besar yang jatuh karena egonya.

Tokoh yang terakhir adalah Augustus yang dapat dikatakan merupakan contoh pemimpin ideal. Augustus membangun kerajaan dengan infrastruktur politik dan finansial. Timnya pun dibentuk dengan orang-orang yang kompeten. Dia sendiri juga menyadari kekuatan dan kelemahannya serta sejauh mana dapat mengembangkan kerajaannya. Buku ini menyatakan Augustus adalah contoh pemimpin ideal yang kepemimpinan dan kesuksesannya berasal dari keseimbangan antara power, ambition dan glory. Alfred Sloan yang mendirikan General Motors merupakan contoh pemimpin ideal yang mengaplikasikan prinsip kepemimpinan Augustus dalam konteks bisnis modern.

Buku ini ditutup dengan tiga kesimpulan utama. Pertama, karakter merupakan fondasi utama tempat seorang pemimpin yang baik dibentuk. Berikutnya, kemauan untuk mempertimbangkan pendapat dan perspektif orang lain menunjukkan keyakinan diri dan kekuatan seorang pemimpin. Terakhir, sukses sebuah bisnis tidak ditentukan semata oleh keahlian dan kharisma seorang pemimpin.

Power Ambition Glory merupakan buku yang harus dibaca dengan pelan dan cermat, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan sejarah Mediterania kuno. Beruntungnya, buku ini memberikan pengantar dan peta sebelum membahas seorang tokoh secara rinci. Walaupun agak berat, pelajaran yang diberikan oleh tokoh sejarah sangat mendalam, baik untuk kehidupan, bisnis, karier maupun politik.

Dengan melihat pengalaman para tokoh di atas, penulis buku ini berharap kita, pembacanya, akan mampu mendapatkan perspektif yang baru mengenai arah yang kita tuju, bagaimana mencapainya dan gambaran tentang hasilnya. Kisah-kisah di atas akan membuat kita menjadi lebih efektif dalam membangun organisasi dan memenuhi tanggung jawab kita sebagai seorang pemimpin.

Sama seperti yang dikatakan mantan Gubernur New York Rudy Guilani di bagian Pengantar, buku ini adalah sebuah referensi mengenai bangun dan jatuhnya kerajaan, sekaligus perspektif baru mengenai pemimpin bisnis modern dan bagaimana mereka berada dalam kerangka sejarah.

*) Peresensi bekerja di Development Planning sebuah perusahaan minyak asing, Jakarta.

3 Feedback / Leave Feedback

July 23, 2010

4:29

duit

dalam sebuah kehidupan tak bisa diduga

siapa yang senang siapa yang susah

masalah yang ada padaku

aku hanya ingin bisa seperti orang lain

 

pengen punya rambut yang bagus dan wangi

harus ke salon pun pake duit

pengen punya baju yang bagus biar gaya

belinya pun pake duit

 

kadang-kadang lelaki tampan dan angkuh

bisa tunduk kalo kita banyak duit

biar muka jelek, gendut dan tua

mereka mau kalo banyak duitnyaa

 

duit lagi..duit lagi

masalah yang mendasar dalam hidup ini

perceraian suami istri ataupun pertemanan bisa karena duit

pernah sekali waktu aku frustasi

 

ingin ke disco ikut mabok mabok oo..

tapi tak jadi lagi-lagi karna ternyata itupun harus pake duit

orang seperti aku senang-senang tak bisa frustasipun tak bisa

segaring-garingnya diriku ini bila memang tak ada duit

 

jelas sudah semuanya bisa tercapai kalo kita punya duit

yang benar bisa salah yang salah bisa benar kalo pake duit


atigatv.com

8 Feedback / Leave Feedback

July 2, 2010

5:56

luar biasa itu...

luar biasa itu: yang 'tidak biasa': yang 'beda': bahasa jawanya 'sing ga umum'

jika pada umumnya orang senang mendapat hadiah, maka orang luar biasa tidak senang...

jika pada umumnya orang belanja pada akhir pekan, maka orang luar biasa belanja pada tengah pekan...

jika pada umumnya orang pulang kerja tepat waktu, maka orang luar biasa selalu pulang telat...

atigatv.com
2 Feedback / Leave Feedback

March 12, 2010

3:28

Jangan Batasi Diri

JIKA SETIAP ORANG TIDAK TERBATASI, MAKA DIA AKAN MELEDAK MENJADI SEMUA APA YANG DI INGINI

JADILAH DIRI SENDIRI; BERKATA, BERPIKIR, BERTINDAK. KARENA SETIAP INDIVIDU ADALAH ISTIMEWA DAN UNIK.

HATI-HATI DENGAN PERASAANMU: KARENA DIALAH YANG PIKIRAN DAN PRILAKU ANDA BERGERAK.
1 Feedback / Leave Feedback

March 4, 2010

4:17

DONT STOP!

MAJU TERUS...JANGAN PERNAH BERHENTI...



GERAK CEPAT >> SELALU MENGATAKAN HABIS INI APA?

TAHAN BANTING >> SELALU LIHAT SISI POSITIFNYA



JGN PERNAH MATI OLEH SIAPAPUN...(hanya ALLAH)

1 Feedback / Leave Feedback